2025/12/12 Pendampingan Berbasis Mindfulness dalam Perjalanan Pemulihan Adiksi - Pendekatan Profesional dan Kepedulian untuk Membantu Warga Binaan Menyongsong Kehidupan Baru
- Publication Date :
- Last updated:2025-12-22
- View count:11
Proses pemulihan dari ketergantungan narkotika merupakan perjalanan yang panjang dan penuh tantangan. Pengalaman berhenti dari penggunaan narkoba yang berulang tidak hanya memberikan tekanan fisik dan psikologis bagi individu yang bersangkutan, tetapi juga berdampak besar terhadap kehidupan keluarganya. Untuk membantu warga binaan penyalahguna narkoba agar dapat mempertahankan pemulihan secara stabil dan membangun kembali arah hidup yang positif, sejak tahun 103 Kalender Republik Tiongkok (2014), Lembaga Pemasyarakatan Chiayi bekerja sama dengan Asosiasi Kepedulian Mindfulness dalam menyelenggarakan Program Bimbingan Kelompok Mindfulness, secara bertahap membangun model dukungan pemulihan adiksi yang berkelanjutan.
Program ini diawali dengan Kurikulum Pendidikan Kehidupan Baru Berbasis Mindfulness, yang memadukan keterampilan pemulihan adiksi dengan terapi mindfulness, guna membimbing warga binaan meningkatkan kesadaran diri serta kemampuan pengelolaan emosi. Selain itu, warga binaan juga diundang untuk bergabung dalam Keluarga Mindfulness, sehingga praktik mindfulness dapat terus diperdalam dan diintegrasikan ke dalam kehidupan sehari-hari. Pendampingan jangka panjang ini mencakup masa selama di dalam lembaga pemasyarakatan hingga setelah kembali ke masyarakat, guna membantu warga binaan berkembang ke arah yang lebih baik dan beradaptasi secara stabil dalam kehidupan sosial.
Dalam pelaksanaannya, program ini juga mengintegrasikan kegiatan Zentangle (seni menggambar meditatif) dan perencanaan karier, yang melalui proses kreatif dapat meningkatkan konsentrasi, meredakan stres, serta mengurangi ketegangan fisik dan mental, sekaligus mempersiapkan warga binaan menghadapi dunia kerja setelah bebas. Salah satu warga binaan, Amin (nama samaran), yang sebelumnya dipenjara akibat penyalahgunaan narkoba, mengirimkan karya Zentangle-nya kepada keluarga, sehingga keluarganya dapat merasakan perubahan positif yang ia alami. Sementara itu, Ati (nama samaran), yang kehilangan anggota keluarga selama masa pidana, memperoleh kekuatan dan rasa pendampingan melalui surat-surat dukungan dari para pengajar, sehingga mampu menghadapi kesedihan dengan lebih tegar.
Pada tanggal 5 Desember, Lembaga Pemasyarakatan Chiayi bersama Asosiasi Kepedulian Mindfulness menyelenggarakan kegiatan Keluarga Mindfulness yang diikuti oleh 56 warga binaan penyalahguna narkoba. Di bawah bimbingan para pengajar mindfulness, para peserta merasakan perhatian dan dorongan yang hangat, serta menyampaikan bahwa mereka merasa “memiliki teman, merasakan kehangatan, dan tidak merasa sendirian.” Mereka juga menyatakan bahwa melalui latihan mindfulness, mereka belajar mengendalikan emosi, menstabilkan suasana hati, mengelola dorongan impulsif, serta menumbuhkan sikap hidup yang penuh kesadaran.
Program ini juga mengintegrasikan kepedulian terhadap keluarga, guna membantu warga binaan menjalani masa pidana dengan tenang sekaligus memperbaiki hubungan keluarga. Pada kegiatan Hari Keluarga Tahunan yang diselenggarakan pada tanggal 12 Desember, sebanyak 10 keluarga warga binaan turut berpartisipasi. Dalam kegiatan tersebut, warga binaan menyampaikan permohonan maaf, ungkapan kasih sayang, dan rasa terima kasih kepada keluarga mereka. Suasana penuh emosi, air mata, dan kehangatan menyelimuti acara, di mana welas asih dan doa restu memberikan dukungan yang kuat bagi warga binaan.
Lembaga Pemasyarakatan Chiayi menyampaikan bahwa, “Narkoba dapat membuat seseorang kehilangan arah dan menghancurkan sebuah keluarga. Namun selama masih ada kepedulian, kesediaan untuk menunggu, dan tekad untuk berubah, selalu ada kemungkinan untuk membangun kembali. Jalan reintegrasi sosial warga binaan tidak dapat ditempuh seorang diri; dukungan keluarga memiliki peran kunci dalam proses kembali ke masyarakat.” Melalui rangkaian program ini—yang mencakup pembelajaran kelompok, kegiatan Keluarga Mindfulness, dan interaksi pada Hari Keluarga—tidak hanya disampaikan kepedulian, tetapi juga secara nyata dibangun jaringan dukungan, sehingga warga binaan dapat menemukan kembali jati diri mereka dalam suasana pendampingan dan saling pengertian, serta menjadikan kasih dan dukungan sebagai kekuatan utama dalam perjalanan kembali ke masyarakat.

